GELAR OPRASI PENGAWASAN SUPSIDI MT.= MINYAK TANAH OLEH DISPRINDAG KABUPATEN BURU.

newsmediapublikasi

Newsmediapublikasi.
Maluku-Namlea,
Kelangkaan minyak tanah di kabupaten Buru hingga harga melonjak sampai melebihi harga eceran tertinggi (HET) membuat masyarakat menjerit


temuan pihak media di lapangan harga penjualan yang dilakukan pengecer per liter sampai mencapai 6000-10.000.-/liter membuat pihak media mendatangi pihak kadis disperindag kabupaten Buru Sdr. Adjid Umarternate selasa 28/12/20

ditemui wartawan tepat diruangannya tutur beliau bahwa stok minyak tanah di kabupaten buru tidak ada persoalan semua berjalan lancar hanya saja curiganya bahwa ada permainan harga pada produsen MT dan pengecer

yang langsung ke konsumen mendengar hal tersebut kepala dinas disperindag langsung memerintahkan pegawainya melakukan pemantauan dilapangan dan ditemui harga memang diatas standar 6000 /liter sampai mencapai 10000/liter dan tindakan beliau selanjutnya adalah menegur para pangkalan dan pengecer sementara persoalan penyediaan minyak tanah di pertamina juga stabil tidak ada kelangkaan begitupun pada Agen MT
tutur beliau.

Kalau persoalan HET dari agen ke pangkalan mencapai Rp.3.750 dan harga pangkalan ke masyarakat pemakai 4050/liter sesuai HET
persoalan kelangkaan minyak tanah yang terjadi akhirnya pihak disperindag meminta kepada pertamina untuk menyuplai minyak tanah kemasyarakat kabupaten buru sekitar 50 KL dan kegiatan pembagian sudah dilakukan sampai dengan hari ini.selasa 29/12/20.

Kadis perindag kabupaten buru terus melakukan pengawasan ketat dan beliau berjanji akan melakukan tindakan hukum bilamana ada temuan penimbunan maupun penjualan di atas harga het tambahnya.(pija/MHK)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *