MEMANFAATKAN EMBUNG DESA SEBAGAI POTENSI PARIWISATA MURAH MERIAH.

newsmediapublikasi

BETARA – News Media Publikasi.com
Embung Desa Terjun Gajah,
Demam liburan masih melanda masyarakat. Konsep pariwisata murah meriah atau low cost tourism kian digemari, di tengah lesunya perekonomian nasional. Seiring dengan fenomena Wabah Pandemi Covid 19 tersebut, makin banyak pula tempat-tempat wisata baru dengan biaya yang sangat terjangkau. Salah satu objek yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata murah meriah adalah embung desa.

Embung, mengacu pada definisi resminya adalah cekungan yang digunakan untuk menampung dan mengatur suplai air hujan pada sebuah kawasan, biasanya ada di desa. Air yang ditampung tadi digunakan sebagai persediaan suatu desa saat musim kering tiba, baik untuk pengairan sawah ladang maupun untuk konsumsi air minum warga desa.

Embung Desa Terjun Gajah,
Sekian lama embung hanya dianggap sebagai penampung air hujan saja, kini keberadaan embung desa mulai dilirik sebagai potensi pariwisata yang menjanjikan. Tak terkecuali dengan embung di desa Terjun Gajah, kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat, Prov Jambi.

Menurut Anto Hasibuan Kepala Desa Terjun Gajah, Program embung Desa, dinilai sudah menjalankan Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan embung desa. Namun demikian, Anto Hasibuan melihat pembangunan embung tersebut juga bisa menjadi wisata desa. Oleh karena itu, dia akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar program embung didukung dengan anggaran pembangunan wahana wisata.

“Pembangunan embung itu bisa multi fungsi. Tidak hanya sebagai penunjang kebutuhan air untuk lahan pertanian disaat kemarau, tetapi juga bisa dikemas pembangunannya sebagai sarana wisata desa,” ujar Anto Hasibuan.

Saat ditanya terkait banyaknya usulan pembangunan yang dilakukan pihak desa, Anto Hasibuan akan merespon usulan program desa karena memang pembangunan embung dan objek wisata desa itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jika pihak desa mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan penunjang wisata embung desa ini, tentu kami sangat merespon dan mudah-mudahan bisa direalisasi,” ucapnya.

Kepala Desa Terjun Gajah Anto Hasibuan menuturkan, ada beberapa kegiatan penunjang embung menjadi wisata desa yang diusulkan oleh aparatur desa dan masyarakat. Pembangunan sarana penunjang wisata embung itu di antaranya pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau, Tempat bermain Anak, kolam renang anak – anak dan dewasa,serta pendukung wahana wisata lainnya.

Pemerintahan Desa Terjun Gajah juga mengucapkan : Terimakasih kepada pihak PT. WKS beserta MEINDO yang telah bekerjasama pembuatan embung di desa kami.
“Karna embung ini nanti nya pemanfaatan nya pada musin kemarau untuk berbagai keperluan baik pencegahan Karhutla maupun kepentingan masyrakat “.
Pembuatan embung di Desa Terjun Gajah di bantu oleh Perusahaan PT. WKS dengan menggunakan memakai alat berat perusahaan.

Ia juga mengatakan, anggaran untuk pembangunan embung itu memang membutuhkan anggaran cukup besar. Karena tidak hanya sebatas embung saja, tetapi pihaknya membangun embung dengan konsep pembangunan embung wisata desa.

“Jika hanya dengan dana desa, kemungkinan besar tidak akan kuat melengkapi wahana wisata. Makanya perlu dibantu oleh pemerintah Kabupaten, melalui Dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT WKS maupun Petro China, untuk penyediaan sarana pendukung,” tuturnya.

(Yuh45)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *