Viralnya Benih jagung digudang pertanian Nias Barat, Ini penjelas Kepala seksi.

newsmediapublikasi

NEWSMEDIAPUBLIKASI – NIAS BARAT

Berdasarkan informasi baik dari media sosial face book (FB) maupun dari pemberitaan beberapa media online, tentang viralnya “Benih Jagung” menumpuk di gudang Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat, Kepala seksi Hasamoni Zebua, S.P katakan Penyaluran benih jagung ini kepada kelompok tani, butuh tahapan yang harus disiapkan oleh kelompok atau perorangan.

Ketika pers menanyakan apa saja tahapan yang harus disiapkan kelompok ? Jawabnya adapun tahapan, untuk “Budidaya Jagung” yakni :

1. Kelompok harus melakukan pembersihan lahan

2. Pihak dari Dinas melakukan monitoring dilapangan mengenai Luas lahan yang sudah disiapkan Kelompok tani.

3. Pengolahan lahan satu dan dua

4. Lahan tersebut dibiarkan selama dua minggu, untuk menentralkan Potensial the hidrogen (PH)

5. Penyaluran Benih kepada kelompok tani

6. Perendaman benih selama 24 jam

7. Penanaman.

Hasamoni jelaskan Bila kelompok sudah sampai pada tahapan ke 5 yakni Penyaluran benih kepada kelompok tani maka kita salurkan kepada pemanfaat melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di tiap kecamatan.

“Dalam menyalurkan benih jagung ini Dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura tidak gegabah, harus dilaksankan sesuai petunjuk, demi memberdayakan masyarakat, ujarnya Hasamoni Zebua.

Ditambahkanya, pengadaan benih jagung ini, Ta. 2019, bersumber dari APBN, sebanyak 120 ton, telah disalurkan benih jagung tersebut melalui PPL, ungkapnya HZ.

Diharapkanya, Pada bulan Agustus 2020, musim tanam kiranya penyaluran benih padi di kelompok tani, tidak terkendala, harap Kepala seksi.

Menurut keterangan ketua kelompok tani Hasambua Desa Orahili Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat, an. Fatika Daeli, Selasa 21/07/2020 mengatakan Benih jagung kami sudah terima melalui PPL sebanyak 10 sak dan sekarang kami semua anggota kelompok tahapan ke enam yakni Perendaman benih jagung.

Fatik berharap kepada Dinas Pertanian pusat dan Provinsi agar semua bantuan (benih padi) dan beberapa bantuan lainya kepada kelompok tani di kabupaten Nias Barat, dapat disetujui supaya ekonomi petani berkembang, harapnya Fatik. FD

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *